ads

Pelajaran Hidup yang Bisa Diambil Dari Drama Korea Navillera

 

Sumber foto : dok. tvN

TANGKAS DIANavillera bercerita mengenai seorang kakek yang berusia 70 tahun yang memiliki mimpi untuk bisa menari balet. Setelah ia pensiun dari pekerjaannya sebagai seorang pengantar surat, Sim Deok-chul pun mengejar mimpinya untuk dapat menari balet. Dalam perjalanannya, ia kemudian bertemu dengan seorang balerino dengan nama Lee Chae-rok, dimana ia yang akan menjadi mentor baletnya.

Drama Korea Navillera telah ditayangkan sejak bulan Maret hingga April di stasiun televisi tvN. Walaupun sudah menyelesaikan jadwal tayangnya, drama ini masih saja terus dibicarakan oleh banyak orang. Banyak yang berpendapat bahwa drama Navillera adalah salah satu drama Korea terbaik. Navillera adalah drama yang menawarkan paket lengkap, ada cerita yang lucu, senang, sedih dan juga mengharukan. Ada beberapa pelajaran hidup yang dapat dipetik dari Navillera ini. Apa saja? Simak ulasannya di bawah ini.

1. Jangan Takut untuk Bermimpi

Diadaptasi dari webtoon dengan judul yang sama, Navillera memfokuskan pada cerita dari sosok Sim Deok-chul yang berusaha untuk menggapai mimpinya untuk bisa menari balet. Setelah harapannya untuk menari balet pada saat muda pupus lantaran ia tidak diizinkan oleh ayahnya dan kemudian ia harus mencari nafkah untuk keluarganya, kali ini Sim Deok-chul tidak ragu-ragu untuk dapat mengejar mimpinya. Walaupun pihak keluarganya masih saja menentang dan dianggap aneh bagi sebagian orang, Sim Deok-chul tetap yakin untuk terus melanjutkan menari balet. Bahkan dia bahkan berani bermimpi untuk bisa tampil di panggung dengan menarikan Swan Lake.


2. Berusaha Keras

Tidak ada hasil tanpa melakukan isaha. Hal tersebut juga berlaku untuk sosok Sim Deok-chul. Ketika dirinya ingin menari balet, ia tidak serta merta langsung bisa melakukannya. Balerino Lee Chae-rok bahkan menolak untuk mengajarkan ballet padanya. Tetapi usaha Sim Deok-chul tidak sampai di situ saja, ia terus berusaha membersihkan studio balet dan membujuk agar diirnya bisa diajari balet. Hingga pada akhirnya, Lee Chae-rok memberikan syarat kepadanya untuk menguasai gerakan balet dalam waktu selama 1 minggu. Setelah berusaha keras selama 1 minggu, Sim Deok-chul akhirnya dapat menaklukkan gerakan balet tersebut.

Setelah diterima menjadi murid dari Lee Chae-rok, Sim Deok-chul tidak serta merta santai-santai. Ia terus berusaha untuk berlatih balet, baik pada saat jam latihan maupun saat di rumah. Hingga pada akhirnya ia bisa mendapatkan kesempatan untuk mengikuti audisi tampil di panggung. Walaupun telah berumur 70 tahun, Sim Deok-chul terus berusaha untuk menampilkan performa terbaiknya dalam hal menari balet.


3. Perhatikan Kesehatan

Ambisius boleh saja, namun harus tetap memperhatikan kondisi kesehatan diri. Hal ini juga turut diceritakan dalam drama Navillera. Ketika Lee Chae-rok mengalami cedera, ia bersikeras untuk tetap ikut kompetisi balet mendatang. Namun hal ini justru ditentang oleh guru baletnya, yaitu Ki Seung Joo. Ternyata di balik keputusan tersebut, terdapat cerita yang pahit. Dulu Ki Seung Joo dikenal sebagai sosok balerino terbaik, namun pada saat ia mengalami cedera punggung, penampilannya di atas panggung digantikan oleh balerino yang lainnya. Tidak terima, Ki Seung Joo pun memaksakan untuk ikut tampil di atas panggung. Setelah ia tampil, cedera punggungnya pun menjadi lebih parah hingga pada akhirnya ia terpaksa harus pensiun dari dunia balet.

Setelah mengalami pengalaman yang pahit tersebut, Ki Seung Joo tidak ingin bahwa muridnya, yaitu Lee Chae-rok mengalami hal yang sama. Oleh sebab itu, ia menolak Lee Chae-rok untuk mengikuti kompetisi pada saat mengalami cedera. Begitu pula dengan teman Lee Chae-rok semasa SMA, yaitu Yang Ho-Beom yang kecewa lantaran dirinya tidak ikut dalam tim sepak bola. Usut punya usut ternyata, Yang Ho-Beom juga tengah mengalami cedera lutut yang cukup parah.


4. Lakukan Hal yang Disukai

Menemukan hal yang disukai dapat dibilang susah-susah gampang. Lee Chae-rok mencoba banyak hal, mulai dari sepak bola, berenang dan juga olahraga lainnya, namun ia merasa bahwa tidak berbakat di bidang tersebut. Setelah ia mencoba menari balet, ia merasa telah menemukan hal yang disukainya. Begitu pula dengan Sim Deok-chul yang berusaha untuk melakukan hal yang disukainya meskipun umurnya sudah tidak muda lagi.

Ceritanya tidak berhenti sampai disitu saja, cucu dari Sim Deok-chul, yaitu Shim Eun-ho juga dikisahkan tengah mengalami krisis kepercayaan diri. Ketika ayahnya menuntut agar Sim Eun-ho mendapatkan pekerjaan pada perusahaan terbaik, Sim Eun-ho justru gagal pada saat masa magang. Saat terpuruk, Lee Chae-rok kemudian memberikan motivasi untuk mencari hal yang dia sukai. Perjalanan untuk mencari hal yang disukai pun juga dimulai oleh Shim Eun-ho


5. Waktu adalah Hal yang Paling Berharga

Di tengah cerita, sosok Sim Deok-chul diceritakan mengidap penyakit Alzheimer. Penyakit Alzheimer ini umumnya dikenal sebagai penyakit pikun. Saat penyakitnya menjadi semakin parah, Sim Deok-chul bahkan sampai lupa dengan keluarganya dan juga gerakan balet. Ia menjadi tersiksa lantaran dirinya terus melupakan hal yang penting. Anaknya, yaitu Sim Seong-Gwan merasa bersalah lantaran selama ini tidak dapat meluangkan waktu untuk ayahnya hingga akhirnya ia menjadi sakit. Bahkan Sim Seong-Gwan takut pada saat ayahnya melupakan dirinya.

Kedua anak lainnya, yaitu Sim Seong-san dan Sim Seong-suk juga turut menyesali waktu yang telah terlewat. Bahwa mereka tidak bisa memperhatikan kondisi ayahnya lantaran sibuk sendiri. Ketiga anaknya merasa bahwa selama ini mereka tidak banyak meluangkan waktu bersama dengan sang ayah dan ibunya. Padahal masa-masa bersama keluarga tidak dapat lagi diulangi. Oleh sebab itu, waktu merupakan hal yang paling berharga.

Nah, itu dia beberapa pelajaran hidup yang dapat dipetik dari drama Navillera. Jika ada yang mencari rekomendasi drama Korea, coba nonton drama Navillera! Jalan ceritanya ringan, hangat dan juga mengharukan. Drama Navillera ini dapat ditonton di kanal tvN dan juga Netflix.

Post a Comment

0 Comments