Ilustrasi, sumber foto: Pixabay
TANGKAS DIA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengatakan ada potensi gempa susulan dan tsunami akibat longsor ke atau di bawah laut di Pulau Seram, Maluku.
Longsor bawah laut tersebut merupakan dampak dari gempa bumi berkekuatan M 6,1 yang melanda Pulau Seram pada Rabu (16/6/2021) pukul 11.43.08 WIB. Gempa terjadi di 3.39 Lintang Selatan (LS), 129.56 Bujur Timur (BT) dengan kedalaman 10 kilometer.
Masyarakat diimbau untuk segera menjauh dari pantai
BMKG mengimbau masyarakat di sepanjang pesisir pantai Japutih hingga Pantai Apiahu, Pulau Seram, Maluku untuk menjauhi pesisir pantai agar mewaspadai tsunami akibat longsor ke dalam atau di bawah laut Pulau Seram Maluku.
"BMKG mengingatkan warga agar segera menjauhi pantai menuju tempat tinggi," kata BMKG, dikutip dari ANTARA.
Gempa berkekuatan M 6,1 mengguncang Seram
Gempa berkekuatan M 6,1 mengguncang Seram, Provinsi Maluku pada Rabu (16/6/2021) pukul 11.43.08 WIB. Sebelumnya, BMKG menyatakan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.
Berdasarkan informasi BMKG, posisi gempa berada pada 3,39 Lintang Selatan (LS), 129,56 Bujur Timur (BT) dengan kedalaman 10 kilometer.
Heboh gempa dan tsunami, BMKG menjelaskan perbedaan potensi dan prediksi
Publik dihebohkan dengan pemberitaan di media sosial yang menyebutkan potensi gempa dan tsunami besar di wilayah Indonesia. Kehebohan itu membuat Kepala Bidang Informasi Gempabumi dan Peringatan Dini Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Daryono, terpaksa 'turun gunung'.
"Entah sampai kapan kawan-kawan ini bisa paham arti kata prediksi dan potensi," cuit akun Daryono @DaryonoBMKG, Minggu (13/6/2021).
Dalam cuitannya, Daryono juga menyertakan tangkapan layar salah satu berita di media sosial yang menyinggung gempa dan tsunami.
Tak hanya melalui Twitter, Daryono juga mengunggah keluhannya terkait ketidaktahuan masyarakat akan potensi dan prediksi di akun Instagram miliknya. Ia juga menjelaskan, belum ada yang bisa memprediksi gempa.
"Tidak tahu, pura-pura tidak tahu, atau tidak mau tahu ya, kalau hingga saat ini belum ada satupun makhluk di bumi yang mampu memprediksi gempa," tulis Daryono dalam unggahan akun Instagramnya @daryonobmkg.
Daryono mengajak masyarakat untuk memahami perbedaan antara potensi dan prediksi. Karena itu sangat disayangkan jika kata potensial dimaknai sebagai prediksi.
"Mari kita pahami dua kata ini," cuit Daryono melalui akun twitternya.



0 Comments