Tangkas Dia - Secara nasional, kepadatan jumlah smartphone di rumah tangga meningkat dua kali lipat dibandingkan lima tahun lalu.
Saat ini, rata-rata ada 4 smartphone di rumah tangga. Tidak bisa dipungkiri, peningkatan ini mencerminkan tingginya kebutuhan akan internet di keluarga.
Pandemi memang telah melahirkan kebiasaan baru. Banyak orang terhubung ke internet karena harus mengikuti protokol kesehatan dengan mengurangi mobilitas dan menghindari keramaian. Aktivitas komunitas semakin banyak dilakukan secara online.
Hal tersebut juga dijelaskan oleh Lulumba Sirait, pakar industri telekomunikasi berpengalaman.
Menurut dia, pandemi Covid-19 berdampak signifikan terhadap volume trafik operator internet, terutama akibat meningkatnya aktivitas di kawasan pemukiman. Di sisi lain, terjadi penurunan lalu lintas di area perkantoran karena adanya pembatasan aktivitas di perkantoran.
Pengalaman Bekerja Dari Rumah (WFH) dan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) cukup efektif berkat fasilitas internet broadband yang disediakan oleh operator internet, baik operator internet fixed broadband maupun operator internet mobile broadband, jelasnya.
Waktu yang dihabiskan orang untuk berselancar di internet telah meningkat secara signifikan. Pada tahun 2020 rata-rata lama akses internet adalah 8 hingga 9 jam per hari. Ini lebih tinggi dibanding lima tahun lalu yang rata-rata hanya 4 jam per hari.
Berdasarkan hasil survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) triwulan II 2019-2020, jumlah pengguna internet di Indonesia sudah mencapai 196,7 juta atau sekitar 73 persen dari total penduduk Indonesia. Jumlah ini meningkat 25,5 juta atau 8,9% dibandingkan tahun 2018.
Sedangkan berdasarkan survei Enciety Business Consult, 54 persen rumah tangga memiliki 4 hingga 5 anggota keluarga yang mengakses internet di rumah. Dan hampir semua anggota keluarga yang mengakses internet di rumah menyukai tayangan streaming.
Peningkatan proporsi mereka yang mengakses internet dengan kebutuhan bandwidth besar di rumah tangga, seperti streaming, game online, dan download / upload dalam dua tahun terakhir meningkat dua kali lipat.
Pada tahun 2018 proporsi akses internet rumah tangga yang membutuhkan bandwidth besar hanya berkisar 25%, sedangkan pada tahun 2020 sudah mencapai 60%.
Sehingga tidak heran jika pelanggan sering kali merasa tidak nyaman saat mengakses internet di rumah.
Logikanya, semakin banyak pengguna yang menggunakan internet di jaringan yang sama, maka jaringan internet tersebut berpotensi melambat. Alhasil, kualitas akses internet di rumah terasa kurang stabil. Hal semacam ini sepertinya tidak dipahami oleh kebanyakan pelanggan.
Saat ini proporsi pelanggan fixed broadband rumah tangga dengan paket 10Mbps sekitar 60 persen. Pada kelompok pelanggan dengan paket langganan 10 Mbps ini, idealnya jumlah perangkat yang terkoneksi secara simultan ke internet dalam rumah tangga tidak boleh lebih dari 3 perangkat.
Untuk pelanggan paket 20 Mbps, perangkat yang disarankan untuk terkoneksi ke internet adalah sekitar 3 hingga 5 perangkat. Dan tentunya semakin banyak perangkat yang akan terkoneksi jika pelanggan ingin berlangganan paket di atas.
Namun kenyataannya, jumlah perangkat yang terkoneksi internet di rumah tangga pelanggan paket 10 Mbps bisa lebih dari 3 perangkat.
Penyedia Layanan Internet broadband tetap seperti IndiHome yang masih setia mengelola pelanggan dengan paket langganan 10 Mbps karena tanggung jawabnya untuk mendukung distribusi internet bagi seluruh warga negara, tentunya harus siap menerima keluhan pelanggan. Terlebih lagi, jumlah rumah tangga yang dihuni oleh generasi milenial dan generasi Z juga meningkat seiring dengan pertambahan kelompok umur atau generasi ini.
Proporsi penonton video / tv dan streaming musik, melakukan video call, serta memainkan game online Gen Z dan Milenial sangat tinggi. Jauh lebih tinggi dari Gen X dan Baby Boomers. Dengan adanya aktivitas internet seperti ini tentunya mereka akan cepat merasa tidak puas karena kualitas internet yang ada dirumah kurang memuaskan.
Ini menjadi pekerjaan yang semakin sulit
untuk Penyedia Layanan Internet dalam mengelola keluhan pelanggan ini.
Namun, tidak mungkin untuk menghindari perubahan perilaku pelanggan dan demografi dalam rumah tangga. Kuncinya adalah seberapa cepat penyedia layanan internet mendidik pelanggan.
Meski demikian, Lulumba juga mengingatkan masyarakat akan pentingnya menggunakan internet secara bijak.
“Apa tanggung jawab kita sebagai pengguna internet? Jaringan internet memiliki kapasitas yang terbatas, seperti listrik dan air, kita harus menggunakannya secara efektif dan efisien,” ujarnya.
Situs Internet Bola Tangkas | BolaTangkas Android | Agen Bola Tangkas | Tangkas Dia


0 Comments