ads

Apple Tengah Mengembangkan Fitur iPhone yang Bisa Mendeteksi Depresi

 Apple Tengah Mengembangkan Fitur iPhone yang Bisa Mendeteksi Depresi



Tangkas Dia - Apple sudah mengembangkan beragam fitur kesehatan yang lebih berfokus pada Apple Watch. Sekarang mereka tengah mempersiapkan fitur kesehatan mental untuk iPhone.

Wall Street Journal mengabarkan bahwa Apple sedang bekerjasama dengan University of California, Los Angeles (UCLA) dan juga perusahaan farmasi Biogen untuk mengetahui apakah perangkat dapat digunakan untuk mendeteksi depresi, kecemasan dan juga menurunnya kemampuan kognitif.


Penelitian yang dilakukan oleh Apple dengan UCLA yang disebut dengan 'Seabreeze' bakal berfokus dalam meneliti depresi dan kecemasan. Sedangkan penelitian bersama dengan  Biogen yang disebut dengan 'Pi' bakal berfokus pada penurunan kemampuan kognitif.


Riset ini akan mencari tahu apakah data yang dikumpulkan oleh sensor di iPhone bisa digunakan untuk mendeteksi pola terkait kondisi kesehatan mental dan juga kemampuan kognitif.


Contohnya proyek Apple dengan UCLA bakal mengumpulkan data dari kamera, keyboard, dan juga sensor audio pada iPhone. Studi ini juga bakal menggunakan data dari Apple Watch yang terkait dengan pergerakan, tanda vital dan juga tidur.


Data-data yang hendak diteliti mencakup ekspresi wajah, pola berbicara, kecepatan dan frekuensi berjalan, kecepatan mengetik, konten dan juga sejumlah metrik kesehatan lainnya. Data-data ini lantas dibandingkan dengan hasil kuesioner yang diisi oleh para pengguna mengenai emosi yang mereka rasakan.


Mereka juga bakal meneliti tingkat hormon stres kortisol yang terdapat pada rambut. Proyek kerjasama ini akan menyertakan 3.000 sukarelawan dan bakal berlangsung selama jangka waktu tiga tahun, seperti dikutip dari Gizmodo, Rabu (22/9/2021).


Sementara itu, proyek Apple dengan Biogen bakal meneliti data dengan cara yang sama dan akan mengikuti studi yang dilakukan pada tahun 2019 yang memperlihatkan 31 orang dewasa dengan gangguan kognitif memakai iPhone dengan cara yang berbeda ketimbang orang dewasa lainnya tanpa gangguan kognitif.


Laporan WSJ menyebutkan seluruh pemrosesan data ini bakal dilakukan secara lokal di perangkat pengguna dan tak akan ada yang dikirimkan ke server Apple. Hal ini seiring dengan prinsip Apple yang mengedepankan kerahasiaan data kesehatan.


Bila data dari studi ini sesuai dengan gejala depresi dan kecemasan maka Apple mungkin bakal memanfaatkannya untuk mengembangkan fitur yang sanggup mendeteksi masalah kesehatan mental. iPhone juga dapat memperingatkan para pengguna untuk segera mencari pertolongan medis sesegera mungkin.


Saat ini studi yang dilakukan oleh Apple beserta mitranya masih dalam tahap awal jadi jangan berharap iPhone bakal menyuguhkan fitur monitor kesehatan mental dalam waktu dekat. Penelitian ini juga bukan merupakan jaminan bahwa Apple bakal menghadirkan fitur tersebut.


Situs Internet Bola Tangkas | BolaTangkas Android | Agen Bola Tangkas | Tangkas Dia

Post a Comment

0 Comments