ads

Berikut Dampak Pengaruh Screen Time pada Kesehatan Mental Anak yang Perlu Diketahui

 

Ilustrasi, sumber foto: Istimewa


Tangkas Dia - Screen time disebut bisa mempengaruhi kondisi kesehatan mental anak. Konsep screen time digunakan untuk menggambarkan waktu ketika orangtua membebaskan Si Kecil untuk mengakses gadget atau menonton televisi. Lantas, benarkah hal ini bisa mempengaruhi kondisi kesehatan mental anak? Mengapa kedua hal tersebut bisa berkaitan? 


Melansir Psychology Today, ada penelitian yang menyebut bahwa kebiasaan menggunakan gadget atau menonton televisi bisa meningkatkan risiko terjadinya gangguan mental, seperti depresi pada anak. Meskipun begitu, masih sedikit bukti terhadap hal tersebut serta kaitan antara penggunaan perangkat elektronik dan kesehatan mental disebut tidak terlalu besar. 


Membatasi Screen Time untuk Mental Lebih Sehat 


Meski belum terbukti pasti bahwa menghabiskan waktu dengan perangkat elektronik bisa mempengaruhi kesehatan mental anak, hal ini tetap harus diwaspadai. Maka dari itu, orang tua disarankan untuk menaruh perhatian pada waktu yang dihabiskan Si Kecil untuk bermain gadget. Hal ini memang bisa menjadi sarana hiburan, bahkan edukasi, tetapi sebaiknya tidak dilakukan secara berlebihan. 


Saran ahli, anak-anak sebaiknya hanya diberikan waktu beberapa jam dalam sehari untuk menggunakan perangkat elektronik. Bahkan, sebaiknya tidak lebih dari 2 jam. Selain itu, hindari membiarkan anak mengakses gadget pada malam hari atau mendekati waktu tidur. Sebab, hal ini mungkin memicu terjadinya gangguan tidur dan mengacaukan pola tidur Si Kecil. 


Kalau sudah begitu, risiko terjadinya masalah pada kesehatan fisik dan mental bisa meningkat. Terlalu lama menghabiskan waktu di depan perangkat elektronik juga bisa membuat anak-anak kurang aktif bergerak. Dengan kata lain, screen time yang tidak dibatasi bisa meningkat risiko Si Kecil mengalami gaya hidup sedentari. 


Bahaya Lain yang Harus Diwaspadai 


Membiarkan anak terlalu lama menghabiskan waktu di depan layar bisa memicu gaya hidup sedentari. Anak-anak akan menjadi semakin malas bergerak, sebab waktunya banyak tersita dengan perangkat elektronik. Jika tubuh tidak aktif bergerak, risiko terjadinya penyakit fisik maupun mental akan menjadi lebih besar. Selain itu, anak-anak juga cenderung akan terisolasi dengan “dunia digital” sehingga mungkin tidak memiliki pergaulan di dunia nyata lagi. 


Seperti dikatakan sebelumnya, anak-anak yang terlalu lama menghabiskan waktu di depan gadget berisiko mengalami gangguan tidur di malam hari. Saat tubuh tidak mendapatkan waktu istirahat yang cukup, ditambah aktivitas fisik yang minim, resiko penyakit akan menjadi lebih besar. Kondisi ini juga bisa menyebabkan Si Kecil mengalami masalah pada kesehatan mental, misalnya depresi. 


Risiko gangguan kesehatan mental juga terkait dengan kemungkinan terjadinya kecanduan game, yang oleh WHO sudah dinyatakan sebagai sebuah penyakit. Kendati begitu, perangkat elektronik tidak melulu berdampak negatif. Jika digunakan dengan bijaksana, nyatanya gadget maupun televisi bisa memberikan manfaat yang luar biasa untuk perkembangan anak. 


Seiring berkembangnya teknologi, tentu orang tua tidak ingin Si Kecil mengalami kesulitan menjalani kehidupannya kelak. Sebagian besar sektor, termasuk pendidikan dan pekerjaan pun sudah berbasis teknologi. Maka dari itu, cara terbaik untuk memastikan screen time tidak berdampak buruk pada kesehatan mental anak adalah dengan membatasi penggunaan harianya sedini mungkin. 

Post a Comment

0 Comments