ads

Ujaran provokatif menjadi pemicu misinformasi terkait COVID-19

 

Dokter dan relawan COVID-19 Fajri Adda'i mengatakan, penggunaan bahasa atau kalimat yang provokatif dalam penyebaran informasi terkait COVID-19 menjadi salah satu faktor pemicu misinformasi yang masif di masyarakat, termasuk soal vaksinasi.


Fajri mencontohkan, salah satu misinformasi yang sempat membuat masyarakat takut divaksinasi COVID-19 terkait dengan beredarnya pemberitaan tentang vaksin AstraZeneca.


“Beberapa media kemarin dengan jadwalnya yang padat mengancam pemberitaan vaksinasi di Eropa dengan judul yang provokatif. Padahal setelah membacanya, itu karena Vaksin AstraZeneca tidak banyak dan ada pilihan vaksin lain. -19, "kata Fajri dalam webinar, Rabu.


Fajri berharap penggunaan kalimat atau bahasa yang provokatif harus dihindari mengingat kebiasaan masyarakat Indonesia yang hanya membaca judul tetapi tidak membaca hingga informasi terserap seluruhnya.


Kebiasaan ini juga menjadi salah satu penyebab banyaknya informasi yang tidak tersampaikan dengan baik, terutama terkait penanganan COVID-19.


Menurutnya, banyak informasi terkait COVID-19 membutuhkan penjelasan yang panjang agar konten tidak bisa terbaca hanya sebagian.


“Berdasarkan penelitian, orang Indonesia selalu menginginkan sesuatu yang sederhana, mudah dicerna, to the point, to the point. Ini yang sulit, ada hal yang harus dijelaskan dan tidak bisa to the point. Ini tantangan kita, Kata Fajri.


Ia mengajak masyarakat Indonesia untuk tidak membagikan informasi yang dirasa kurang meyakinkan agar tidak terjadi misinformasi terkait COVID-19.


Dokter yang memiliki akun Instagram @ dr.fajriaddai ini mengingatkan masyarakat untuk menjadi "rem" bagi diri sendiri, terlebih di saat arus informasi yang deras seperti saat ini.


“Jempol kita adalah rem kita. Remnya ada di tangan kita. Kalau tidak bisa membuat konten, maka kalau mendapat informasi yang kurang meyakinkan jangan langsung disebarluaskan. Apalagi kalau tidak yakin itu benar. Jadi, tidak ada kebingungan tentang informasi yang disebarkan, "kata Fajri.


Oleh karena itu, Fajri mendukung edukasi literasi digital seperti program yang baru-baru ini diluncurkan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika, ICT Watch, dan WhatsApp agar masyarakat sadar akan penggunaan teknologi digital dan terhindar dari misinformasi dan hoax.

Situs Internet Bola Tangkas | BolaTangkas Android | Agen Bola Tangkas Tangkas Dia

Post a Comment

0 Comments