Tangkas Dia - Pemerintah terus meningkatkan jumlah WNI yang disuntik vaksin COVID-19. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan saat ini lebih dari 10 juta orang Indonesia telah divaksinasi.
Namun, tentu tidak semua warga bisa divaksinasi. Satu orang yang tidak dianjurkan untuk divaksinasi COVID-19 adalah penderita penyakit autoimun. Penderita autoimun tidak bisa begitu saja menerima vaksin. Bisa jadi vaksin yang diberikan kepada penderita autoimun justru ternyata merugikan tubuh penderitanya.
Imunitas atau imunitas seharusnya melindungi tubuh dari benda asing dan melindungi dari infeksi dan penyakit. Namun, pada penyakit autoimun justru sebaliknya. Kekebalan menyerang organ di dalam tubuh. Kondisi ini juga menyebabkan penderitanya tidak divaksinasi COVID-19.
Penyakit autoimun kebanyakan menyerang wanita produktif. Hingga saat ini penyakit autoimun belum dapat disembuhkan, namun penyakit ini dapat mengalami remisi atau hilangnya gejala dan dapat muncul kembali kapan saja. Tidak diketahui secara pasti apa prevalensi autoimun di negara tersebut.
Salah satunya dialami Niken Tantyo Sudharmono. Menurut perempuan 47 tahun yang juga survivor autoimun ini, jika mendapat vaksin autoimun, dikhawatirkan sistem imunnya akan melemah. “Penderita autoimun rentan tertular penyakit, termasuk COVID-19,” ujarnya, Selasa, 30 Maret 2021.
Dia mengatakan ada dua kekhawatiran yang bisa muncul jika penderita penyakit autoimun divaksinasi COVID-19. Pertama, vaksin sebenarnya dapat mengaktifkan sistem kekebalan dengan tidak aman atau tidak tepat. Kedua, bagi penderita autoimun yang mengonsumsi obat imunosupresan justru membuat vaksin menjadi tidak efektif.
Niken juga mengingatkan Kementerian Kesehatan dan Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam (PAPDI) bagi penderita autoimun sistemik untuk menunda vaksinasi Covid-19. "Lebih baik berkonsultasi dulu dengan dokter yang merawat," ujarnya.
Seperti diketahui, orang autoimun yang masih diperbolehkan mendapat vaksin sesuai anjuran PAPDI adalah autoimun tiroid, hematologi autoimun, dan penyakit radang usus (lBD).
Meski demikian, ketiga jenis penderita autoimun tersebut tetap harus berada dalam kondisi terkontrol. “Penderita autoimun seperti saya memang harus bersabar. Pasalnya, belum ada penelitian tentang keamanan vaksinasi COVID-19 bagi penderita autoimunitas. Jadi, saya sarankan jangan divaksinasi dulu, ”terang Niken.
Situs Internet Bola Tangkas | BolaTangkas Android | Agen Bola Tangkas | Tangkas Dia


0 Comments