Pada saat ini masa kampanye Pemilihan Serentak 2020 sudah mulai memasuki fase debat terbuka. Dimana para kandidat diharapkan tidak hanya menyampaikan visi, misi dan program kerja secara umum, akan tetapi juga menyampaikan gagasan tentang penanganan Covid-19 dengan cara efektif dan efisien. Pembahasan materi tentang penanganan Covid-19 dalam kampanye debat terbuka akan diatur dalam Peraturan KPU tentang penyelenggaraan Pemilihan Serentak di masa bencana non alam Corona virus Disease (Covid-19).
“Dengan begitu, Pemilihan Serentak kali ini terasa lebih berbobot, karena para kandidat dihadapkan dengan persoalan yang tidak hanya dihadapi oleh warga saja, tetapi juga oleh para kandidat itu sendiri,” ujar Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Kominfo, Prof. Dr. Widodo Muktiyo.
Maksud dari debat calon, menurut Widodo, adalah untuk menyebarluaskan profil, visi, misi, serta memberitahu tentang program kerja para pasangan calon kepada pemilih dan masyarakat.
Selain itu debat calon juga memberikan informasi secara menyeluruh kepada pemilih sebagai salah satu pertimbangan pemilih dalam menentukan pilihannya dan menggali lebih dalam serta luas atas setiap tema yang akan diangkat dalam kegiatan debat publik atau debat terbuka.
Dalam kesempatan ini, Pelaksana harian Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI Ilham Saputra, juga mengatakan salah satu yang diatur dan disesuaikan dengan kondisi pandemi adalah terkait materi debat publik calon kepala daerah. Selain kehadiran pendukung yang dibatasi, materi yang dimasukkan dalam debat juga turut diatur. Khususnya dalam pemaparan visi-misi.
Untuk para calon kepala daerah juga harus memasukkan materi mengenai kebijakan dan strategi penanganan, pencegahan dan pengendalian bencana non alam Covid-19. Hal itu merupakan salah satu syarat yang perlu dibahas dalam debat publik sesuai aturan.
Debat publik KPU rencana akan mengatur secara detail jumlah orang yang bisa hadir dalam debat publik. Debat publik maksimal 3 kali dilaksanakan, tentu dengan materi debat ditambahkan tentang kebijakan dan strategi penanganan pencegahan dan pengendalian Covid-19



0 Comments